Sabtu, 08 Januari 2011

pengertian pengantar bisnis



        Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepadakonsumen untuk mendapatkan laba.
        Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Istilah “bisnis” setidaknya memiliki tiga penggunaan, tergantung cakupan—penggunaan umum (seperti ditulis di atas), penggunaan singular untuk merujuk pada suatu perusahaan atau korporasi, dan generalized usage untuk merujuk pada sektor pasar tertentu, seperti “bisnis rekaman” atau “bisnis komputer”—komunitas pemasok barang dan jasa.
Dalam ekonomi kapitalis, di mana kebanyakan sektor bisnis dimiliki oleh swasta, organisasi bisnis dibentuk untuk mendapatkan laba dan meningkatkan kemakmuran pribadi pemiliknya.
     Orang-orang mengembangkan bisnis karena ingin berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. Dengan beberapa pengecualian seperti badan-badan koperasiorganisasi non-profit dan beberapa lembaga pemerintahan, bisnis ada untuk menghasilkan laba. Dengan kata lain, salah satu tujuan pemilik badan-badan usaha bisnis adalah untuk mencari untung atau laba sebagai imbalan finansial dari waktu, usaha dan kapital mereka. Prinsip ekonomi sebagai pedoman yang dipegang oleh pelaku-pelaku ekonomi dalam melakukan kegiatan ekonomi, mengarah pada meraih keuntungan semaksimal mungkin dengan mengeluarkan pengorbanan seminimal mungkin.
    Bisnis dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Bisnis Jasa memberikan produk yang intangible dan pada umumnya mempunyai perbedaan, walaupun kecil, dan persyaratankapital/modal dibandingkan dengan manufakturDistributor mempunyai kebutuhan kontrol persediaan yang berbeda dibandingkan dengan retailer/eceran atau manufaktur.
          Sebagian besar jurisdiksi hukum menyatakan bentuk bisnis yang berlaku, dan suatu bentukhukum komersial telah berkembang untuk setiap jenisnya. Beberapa bentuk yang umum termasuk kemitraankorporasi (juga disebut perusahaan terbatas), dan kepemilikan sendiri.
          Sedangkan industri bisa terdiri dari sebuah kelompok bisnis yang bersangkut paut seperti bisnis perbankan atau industri otomotif. Definisi ini mirip dengan salah satu definisi “bisnis” dan oleh karena itu kata “bisnis” dan “industri” seringkali digabungkan satu sama lain atau dipakai sebagai sinonim satu sama lain. Sehingga seorang nelayan bisa menyatakan bahwa ia bekerja dalam bidang “bisnis perikanan” atau sedikit lebih hebat lagi: “industri perikanan”. Selain itu kata “perdagangan” bisa juga dipakai sebagai sinonim baik dari kata bisnis ataupun “industri” atau usaha.

A. Pengertian bisnis secara umum
Dalam kamus bahasa Indonesia, Bisnis diartikan sebagai usaha dagang. Usaha komersial didunia perdagangan dan bidang usaha. Skinner (1992) mendefenisikan bisnis sebagai pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. ( Rusydah Ghasim, 1)
Bisnis berasal dari Business yaitu Busy (Sibuk), Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan” atau “suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya”.  Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu system yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society), Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. (http://tri_s.staff.gunadarma.ac.id)
Hokum Bisnis adalah Suatu perangkat kaidah hokum yang mengatur tentang tata cara pelaksanaan urusan atau kegiatan dagang, industri atau keuangan yang dihubungkan dengan produksi atau pertukaran barang atau jasa dengan usaha tertentu dan mendapatkan keuntungan tertentu. (Jamal Wihoho, 9)
B. Pengertian Bisnis  menurut islam
Kata Bisnis dalam Al-Qur’an yaitu Al-tijarah dan dalam bahasa arab tijaraha, berawal dari kata dasar t-j-r, Tajara, Tajran wa Tijarata, yang bermakna berdagang atau berniaga. At-tijaratun walmutjar yaitu perdagangan, perniagaan (Menurut kamus Al-munawwir). Menurut Ar-Raghib al-Asfahani dalam Al-mufradat fi gharib al-Qur’an , At-Tijarah bermakna pengelolaan harta benda untuk mencari keuntungan. Menurut IBNU Farabi, yang dikutip Ar-Raghib , Fulanun tajirun bi kadza, berarti seseorang yang mahir dan cakap yang mengetahui arah dan tujuan yang diupayakan dalam usahanya (http://hndwibowo.blogspot.com)
Al-Qur’an sangat banyak mendorong manusia untuk melakukan bisnis. (Qs. 62:10,). Al-Qur’an memberi pentunjuk agar dalam bisnis tercipta hubungan yang harmonis, saling ridha, tidak ada unsur eksploitasi (QS. 4: 29) dan bebas dari kecurigaan atau penipuan.. (http://agustianto.niriah.com)
Surat Al Jumuah:10
“Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang bereputasi international yang mendasarkan bangunan bisnisnya kepada nilai-nilai ilahi (transenden). Dengan dasar itu Nabi membangun sistem ekonomi Islam yang tercerahkan.
Firman Allah swt surat An-Nisaa : 29
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu”.
Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya yang mukmin memakan harta sesamanya dengan cara yang bathil dan cara mencari keuntungan yang tidak sah dan melanggar syari’at seperti riba, perjudian dan yang serupa dengan itu dari macam-macam tipu daya yang tampak seakan-akan sesuai dengan hukum syari’at tetapi Allah mengetahui bahwa apa yang dilakukan itu hanya suatu tipu muslihat dari si pelaku untuk menghindari ketentuan hokum yang telah digariskan oleh syari’at Allah. Allah mengecualikan dari larangan ini pencaharian harta dengan jalan perdagangan (perniagaan) yang dilakukan atas dasar suka sama suka oleh kedua belah pihak yang bersangkutan.

Adapun Elemen dan Sistem Bisnis adalah:
1.             Modal (capital) Sejumlah uang yang digunakan dalam menjalankan kegiatan bisnis
2.             Bahan-bahan (materials) Merupakan faktor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan aktifitas bisnis untuk diolah menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
3.             Sumber Daya Manusia (SDM)  Kualifikasi SDM : Memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi
4.             Ketrampilan Manajemen (Management Skill) Sistem manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen

0 komentar:

Poskan Komentar